YOGYAKARTA — STIKes Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan yudisium bagi 282 mahasiswa pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan ini menandai selesainya tahapan akademik mahasiswa sesuai dengan ketentuan program studi masing-masing.
Peserta yudisium terdiri atas 96 mahasiswa Sarjana Keperawatan, 19 mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan, 32 mahasiswa Sarjana Gizi, dan 135 mahasiswa Profesi Ners.
Sebanyak 96 lulusan Sarjana Keperawatan akan melanjutkan pendidikan ke Program Profesi Ners sehingga belum mengikuti wisuda pada periode ini. Pendidikan profesi menjadi tahapan lanjutan untuk memperkuat kompetensi klinis sebelum mereka memperoleh gelar Ners dan menjalankan pelayanan keperawatan secara profesional.
Wakil Ketua I STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Theresia Tatik Pujiastuti, Ns., M.Kep., PhD, menyampaikan bahwa yudisium bukan hanya penanda selesainya proses akademik, tetapi juga awal dari tanggung jawab baru bagi setiap mahasiswa.
“Yudisium menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyadari bahwa ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh harus diwujudkan dalam pelayanan yang profesional, beretika, dan berbelarasa. Bagi lulusan Sarjana Keperawatan, perjalanan masih berlanjut ke tahap profesi agar mereka semakin siap memberikan pelayanan keperawatan yang aman dan berkualitas,” ujar Theresia Tatik Pujiastuti, Ns., M.Kep., PhD.
Sementara itu, lulusan Diploma Tiga Keperawatan, Sarjana Gizi, dan Profesi Ners yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademik akan melanjutkan ke tahapan wisuda sesuai ketentuan institusi.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian pembelajaran teori, praktik laboratorium, praktik klinik maupun lapangan, serta berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Proses tersebut menjadi bagian dari komitmen STIKes Panti Rapih Yogyakarta dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi kebutuhan masyarakat.
Melalui nilai I-CARE, para lulusan diharapkan mampu menjunjung etika profesi, menghargai martabat setiap manusia, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang penuh kepedulian. Yudisium ini pun menjadi langkah baru bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan maupun mengabdikan ilmu dan keterampilannya bagi masyarakat. (hms)

