YOGYAKARTA – Empat penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi pada Wisuda ke-36 STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian akademik, keaktifan, kepedulian sosial, serta sikap dan etika yang ditunjukkan selama menempuh pendidikan.
Keempat penerima penghargaan tersebut adalah Elisabeth Rosa Priska Jaya, Agnes Larasati Sekar Pembajeng, Chatarina Herni Wijayanti, dan Dea Andika. Rosa, Laras, dan Rina merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, sedangkan Dea merupakan lulusan Program Studi Gizi Program Sarjana.
Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa penerima KIP Kuliah memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan potensi dan mencatatkan berbagai pencapaian. Dukungan pendidikan yang diterima dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan terlibat aktif dalam kehidupan kampus.
Penetapan mahasiswa berprestasi di STIKes Panti Rapih Yogyakarta tidak hanya berpedoman pada Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat cumlaude. Proses penilaian juga mempertimbangkan keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seminar, pelatihan, serta berbagai aktivitas penunjang lainnya.
Ketua Program Studi Keperawatan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Ners, Dr. Theresia Titin Marlina, Ns., M.Kep., menegaskan bahwa prestasi mahasiswa harus dipandang secara menyeluruh.
“Mahasiswa berprestasi tidak hanya dilihat dari IPK. Keaktifan dalam organisasi dan pengabdian kepada masyarakat, partisipasi dalam seminar dan pelatihan, serta sikap dan etika selama mengikuti pendidikan juga menjadi bagian penting dalam penilaian,” jelas Dr. Theresia Titin Marlina.
Selain kemampuan akademik, mahasiswa dinilai berdasarkan penerapan nilai ICARE, yaitu Integrity, Compassion, Assurance, Respect, dan Embrace Innovation. Nilai tersebut menjadi landasan pembentukan karakter mahasiswa agar mampu bersikap profesional, peduli, bertanggung jawab, menghargai sesama, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu maupun teknologi.
Selama menjalani pendidikan, keempat mahasiswa tersebut tidak hanya berfokus pada perkuliahan. Mereka turut mengembangkan kapasitas diri melalui kegiatan organisasi, pengabdian kepada masyarakat, seminar, pelatihan, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Keterlibatan dalam berbagai kegiatan memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, melayani, dan menghadapi beragam situasi di tengah masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki lingkungan kerja dan memberikan pelayanan kesehatan secara profesional.
Pencapaian Elisabeth Rosa Priska Jaya, Agnes Larasati Sekar Pembajeng, Chatarina Herni Wijayanti, dan Dea Andika membuktikan bahwa prestasi lahir dari keseimbangan antara kemampuan akademik, keaktifan, karakter, dan kemauan untuk terus belajar.
STIKes Panti Rapih Yogyakarta berharap penghargaan ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif. Para penerima penghargaan juga diharapkan terus menjaga semangat belajar, menghidupi nilai I-CARE, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang kompeten, berkarakter, dan berbelarasa bagi masyarakat. (hms)
