Perpustakaan STIKes Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bedah buku “Kolaborasi dan Empati: Strategi Perawatan Paliatif di Unit Perawatan Intensif” pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara luring mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini mengajak peserta memperdalam pemahaman mengenai perawatan akhir hayat atau End-of-Life Care bagi pasien kritis di ruang perawatan intensif.
Buku karya Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns., MSN., Ph.D.NS. tersebut dipilih karena membahas salah satu aspek penting yang kerap kurang mendapatkan perhatian dalam pelayanan intensif. Di tengah berbagai tindakan medis untuk mempertahankan kehidupan pasien, tenaga kesehatan juga perlu memberikan pendampingan yang menghormati martabat, kebutuhan spiritual, serta kondisi emosional pasien dan keluarganya.
Kegiatan ini menghadirkan Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns., MSN., Ph.D.NS.; Ns. Rina Wahyuni, S.Kep., MARS.; serta Christina Yeni Kustanti, S.Kep., Ns., M.Nur., M.Pall.C., Ph.D. sebagai pembedah buku. Diskusi dipandu oleh Dr. Margareta Hesti Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku moderator.
Dalam pemaparannya, para pembedah mengulas isi, keunggulan, keterbatasan, serta relevansi buku dengan praktik keperawatan modern. Pembahasan mencakup tahapan akhir kehidupan dalam perspektif keperawatan, penerapan perawatan akhir hayat di ICU, pendekatan menyeluruh terhadap pasien kritis menjelang ajal, serta berbagai unsur penting dalam pengelolaan End-of-Life Care.
Melalui sesi presentasi, diskusi, dan tanya jawab, peserta diajak memahami bahwa perawatan paliatif di ICU tidak hanya bertumpu pada kompetensi klinis. Kolaborasi antartenaga kesehatan, komunikasi yang baik dengan keluarga, penghormatan terhadap pilihan pasien, serta empati merupakan bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang manusiawi.
Tema yang dibahas juga memiliki keterkaitan erat dengan kurikulum keperawatan di STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Pengetahuan mengenai perawatan paliatif diperlukan untuk mempersiapkan calon tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap kondisi fisik pasien, tetapi juga kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritualnya.
Fittriya Kristanti, S.Kep., Ns., M.N.Sc., selaku Kepala Bidang Sumber Belajar STIKes Panti Rapih Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman nyata dalam pelayanan kesehatan.
“Bedah buku merupakan salah satu cara perpustakaan menghidupkan literasi di lingkungan kampus. Peserta tidak hanya diajak membaca dan memahami isi buku, tetapi juga menelaah relevansinya dengan persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam mendampingi pasien kritis. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan belajar, berdiskusi, dan berpikir kritis di kalangan sivitas akademika,” ujar Fittriya.
Kegiatan bedah buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan STIKes Panti Rapih Yogyakarta, serta praktisi keperawatan dari rumah sakit mitra. Selain memperluas wawasan mengenai perawatan paliatif, kegiatan ini diharapkan membentuk sikap kritis peserta dalam menghadapi berbagai hambatan dan dilema yang muncul dalam pelaksanaan perawatan akhir hayat di area kritis.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Perpustakaan STIKes Panti Rapih Yogyakarta dalam memperkuat budaya literasi akademik. Melalui agenda bedah buku yang diselenggarakan secara konsisten, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat memperoleh sumber informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, mengembangkan pemikiran kritis, dan menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Melalui pembahasan buku “Kolaborasi dan Empati: Strategi Perawatan Paliatif di Unit Perawatan Intensif”, peserta diharapkan semakin memahami bahwa pendampingan pada akhir kehidupan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Ketika tindakan kuratif memiliki keterbatasan, tenaga kesehatan tetap memiliki peran untuk menghadirkan kenyamanan, menjaga martabat pasien, dan mendampingi keluarga dengan empati. (hms)

