Yogyakarta – STIKes Panti Rapih Yogyakarta terus memperkuat kualitas pendidikan dengan membekali Tim Kurikulum dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berdampak bagi masyarakat. Melalui kegiatan Pembekalan Tim Kurikulum: Pengembangan Kurikulum Berdampak (Impactful Curriculum) Berbasis Outcome-Based Education (OBE), institusi menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat, 24 Juli 2026 di Kampus 2 STIKes Panti Rapih Yogyakarta, diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas jajaran pimpinan serta Tim Kurikulum Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Sarjana Gizi, serta Diploma III Keperawatan.
Pembekalan menghadirkan Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., akademisi yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi kesehatan. Dalam paparannya, Prof. Gandes menjelaskan bahwa kurikulum masa depan harus mampu merespons perubahan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, transformasi layanan kesehatan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, pendekatan Outcome-Based Education (OBE) perlu diperkuat melalui konsep Impactful Curriculum, yaitu kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, tetapi juga menghasilkan dampak positif bagi masyarakat, dunia kerja, dan profesi.
Selama pembekalan, peserta memperoleh materi mengenai paradigma pendidikan tinggi masa depan, karakteristik Impactful Curriculum, pengembangan kurikulum OBE yang berorientasi pada dampak, analisis kebutuhan pemangku kepentingan dan dunia kerja, penguatan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), sistem asesmen, strategi pembelajaran, hingga penyusunan Curriculum Impact Mapping sebagai peta dampak implementasi kurikulum.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Tim Kurikulum dalam merancang kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi kesehatan. Selain memperkuat pemahaman mengenai konsep Impactful Curriculum berbasis OBE, pembekalan juga menjadi forum untuk mengidentifikasi area penguatan kurikulum, mengintegrasikan isu-isu strategis dan kebutuhan dunia kerja, serta menyelaraskan profil lulusan dengan strategi pembelajaran yang mendukung pencapaian dampak nyata.
Wakil Ketua I STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Theresia Tatik Pujiastuti, Ns., M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan proses berkelanjutan yang harus selalu mengikuti dinamika pelayanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat.
“Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan, tetapi juga harus mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan kesehatan di masyarakat. Melalui pembekalan ini, kami berharap Tim Kurikulum memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam merancang kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan profesi, serta visi STIKes Panti Rapih untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, humanis, dan berdampak,” ungkap Theresia Tatik Pujiastuti.
Melalui kegiatan ini, STIKes Panti Rapih berharap lahir strategi pengembangan kurikulum yang semakin berkualitas dan berorientasi pada dampak, sehingga mampu mendukung terwujudnya lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan, memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dipadukan dengan konsep Impactful Curriculum, STIKes Panti Rapih terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang relevan, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan bangsa di era transformasi layanan kesehatan. (hms)

