Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Tim dosen Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen STIKes Panti Rapih Yogyakarta dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis potensi lokal.
Program RIIM Kompetisi merupakan skema pendanaan riset nasional yang bertujuan mendorong lahirnya temuan ilmiah (novelty) dan inovasi yang memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut oleh berbagai pemangku kepentingan. Melalui program ini, BRIN dan LPDP berupaya meningkatkan jumlah riset inovatif, menghasilkan invensi yang berpotensi dihilirisasikan, memperkuat kolaborasi antara peneliti dengan pemerintah maupun sektor swasta, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia peneliti Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Tim peneliti STIKes Panti Rapih Yogyakarta dipimpin oleh Fransisca Shinta Maharini, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua peneliti, dengan anggota Hiasinta Anastasia Purnawijayanti, S.T.P., M.P., Ir. Maria Amrijati Lubijarsih, M.P., Veronica Ima Pujiastuti, S.TP., M.Gizi., dan Diyan Yunanto Setyaji, S.Gz., M.P.H.
Proposal yang berhasil memperoleh pendanaan mengangkat judul “Pengembangan Beras Analog Sinbiotik Berbasis Produk Fermentasi Pangan Lokal (Growol) dan Tepung Cangkang Telur untuk Pengendalian Sindrom Metabolik dan Osteoporosis.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan pangan fungsional berbasis bahan pangan lokal Indonesia sebagai alternatif solusi preventif terhadap meningkatnya kasus penyakit degeneratif.
Pemilihan topik penelitian tersebut didasarkan pada meningkatnya prevalensi sindrom metabolik dan osteoporosis di Indonesia. Kedua kondisi ini menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan kesehatan tulang, yang jumlah penderitanya terus meningkat seiring bertambahnya usia penduduk. Kondisi tersebut menjadi tantangan penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui penelitian ini, tim dosen STIKes Panti Rapih Yogyakarta akan mengembangkan beras analog sinbiotik yang memanfaatkan growol, produk fermentasi pangan lokal yang berpotensi sebagai sumber probiotik, serta tepung cangkang telur ayam yang kaya akan kalsium. Kombinasi kedua bahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan pangan fungsional dengan kandungan probiotik, prebiotik, indeks glikemik yang lebih rendah, serta sumber kalsium alami yang dapat membantu pengendalian sindrom metabolik dan osteoporosis melalui pendekatan gizi.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah pangan lokal Indonesia, memperluas pemanfaatan hasil fermentasi tradisional, serta mendukung diversifikasi pangan nasional dengan menghadirkan alternatif selain beras. Pengembangan produk berbasis sumber daya lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan memperoleh pendanaan RIIM Kompetisi Gelombang 11 menjadi bukti kapasitas dosen STIKes Panti Rapih Yogyakarta dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi STIKes Panti Rapih Yogyakarta sebagai perguruan tinggi kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif menghasilkan riset berkualitas yang mendukung pembangunan nasional dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis potensi lokal.
Melalui dukungan pendanaan dari BRIN dan LPDP, STIKes Panti Rapih Yogyakarta berharap penelitian ini dapat menghasilkan inovasi pangan fungsional yang mampu membantu pengendalian sindrom metabolik dan osteoporosis, meningkatkan pemanfaatan bahan pangan lokal Indonesia, serta membuka peluang hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, dunia usaha, maupun industri kesehatan. (hms)

