Yogyakarta, 16 – 17 April 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan standar penelitian di bidang kesehatan, STIKes Panti Rapih Yogyakarta melalui Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) menjalin kolaborasi strategis dengan Komite Etik Penelitian (KEP) Universitas Sanata Dharma (USD) dalam kegiatan Workshop Telaah Etik yang diselenggarakan pada 16–17 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kadarma, Lantai IV Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, dan difasilitasi oleh FIFEC (Forum of Indonesian Recognized Research Ethics Committee). Workshop ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam melakukan telaah etik penelitian secara komprehensif.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari 25 anggota tim KEP Universitas Sanata Dharma dan 25 anggota tim KEPK STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Peserta dari STIKes Panti Rapih sendiri melibatkan unsur dosen serta perwakilan dari Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, sehingga memperkaya perspektif antara dunia akademik dan praktik layanan kesehatan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas anggota komite etik, baik dari Universitas Sanata Dharma maupun STIKes Panti Rapih Yogyakarta, agar mampu melakukan telaah etik penelitian secara tepat, sistematis, dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait prinsip-prinsip dasar etik penelitian kesehatan, prosedur telaah etik yang sistematis, serta penerapan standar yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Diskusi interaktif dan studi kasus menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas penelitian kesehatan, sekaligus memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek etika.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kualitas penelitian di lingkungan STIKes Panti Rapih Yogyakarta semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pelayanan kesehatan yang beretika dan berkelanjutan. (ArbHms)

