Yogyakarta — STIKes Panti Rapih Yogyakarta menyambut kedatangan 20 mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran mereka menandai keberlanjutan kerja sama pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Mappi yang kini memasuki tahun kedua.
Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi generasi muda Mappi untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Program ini sekaligus sejalan dengan Program 1.000 Sarjana Kabupaten Mappi, yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi.
Dalam kedatangannya ke Yogyakarta, para mahasiswa didampingi Paulina Carolina Erro, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi. Paulina berharap kesempatan belajar yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh para mahasiswa.
“Kami berharap anak-anak Mappi dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mereka datang membawa cita-cita untuk belajar dan mempersiapkan diri. Semoga pendidikan yang mereka jalani di STIKes Panti Rapih Yogyakarta membentuk mereka menjadi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian kepada sesama,” ujar Paulina.
Sebelum mengikuti perkuliahan, mahasiswa Mappi akan menjalani kegiatan matrikulasi. Tahap ini dirancang untuk membangun kesiapan akademik sekaligus membantu mahasiswa mengenal pola pembelajaran dan lingkungan pendidikan di perguruan tinggi.
Matrikulasi juga menjadi bagian dari proses transisi menuju kehidupan kampus. Bagi mahasiswa yang datang dari Papua Selatan, proses tersebut penting untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta mempersiapkan diri menjalani pendidikan di Yogyakarta.
Setelah matrikulasi, mahasiswa akan mengikuti proses pendidikan sesuai program akademik di STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Selain penguasaan ilmu dan keterampilan profesional, pendidikan diarahkan pada pembentukan karakter melalui nilai ICARE: Integrity, Compassion, Assurance, Respect, dan Embrace Innovation.
Nilai tersebut menjadi dasar dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang kompeten, berkarakter, dan berbelarasa. Dengan demikian, kemampuan profesional yang diperoleh selama pendidikan diharapkan berjalan bersama integritas, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, dan kesiapan menghadapi perkembangan dunia kesehatan. (hms)

