Yogyakarta, 3 September 2026 — Pemerintah Timor-Leste melalui Fundo do Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) menjajaki peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia dengan STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kapasitas tenaga profesional, khususnya dalam bidang kesehatan.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur Eksekutif FDCH, Julio Aparicio, bersama rombongan. Kehadiran delegasi Timor-Leste disambut sebagai momentum strategis untuk membangun kemitraan antarlembaga dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, terutama penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi warga negara Timor-Leste. Penjajakan juga mencakup kemungkinan pengembangan program beasiswa, pendidikan tenaga kesehatan, pelatihan profesional, peningkatan kapasitas, serta pemantauan perkembangan akademik mahasiswa.
Julio Aparicio menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Timor-Leste. Kemitraan dengan perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Timor-Leste untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
“Kami melihat STIKes Panti Rapih Yogyakarta sebagai salah satu institusi yang berpotensi menjadi mitra dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Melalui penjajakan ini, kami berharap dapat menemukan bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan di Timor-Leste,” ujar Julio.
FDCH atau Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia Timor-Leste merupakan dana khusus yang dikelola Pemerintah Timor-Leste untuk membiayai pendidikan tinggi, pelatihan, dan pengembangan kapasitas warga negaranya. Program yang didukung mencakup pendidikan jenjang diploma, sarjana, hingga pascasarjana, baik di Timor-Leste maupun di sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia.
Selain mengelola program beasiswa, FDCH membiayai pelatihan teknis, vokasi, dan sertifikasi profesional bagi tenaga kerja pada berbagai sektor strategis, termasuk kesehatan. Lembaga ini juga mendukung peningkatan kapasitas aparatur dan tenaga profesional di sektor publik serta memantau perkembangan akademik dan capaian peserta program.
Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Yulia Wardani, MAN, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi institusi dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, berkarakter, dan berbelarasa.
“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Julio Aparicio dan delegasi FDCH. STIKes Panti Rapih Yogyakarta terbuka untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperluas akses pendidikan dan menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten untuk melayani masyarakat Timor-Leste,” ungkap Yulia Wardani.
Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, STIKes Panti Rapih Yogyakarta memiliki pengalaman menyelenggarakan pendidikan keperawatan dan gizi yang didukung jejaring fasilitas pelayanan kesehatan. Proses pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter, profesionalisme, kepedulian, serta semangat berbelarasa.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui pembahasan program yang lebih konkret sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Timor-Leste. Kemitraan tersebut berpotensi memperluas akses pendidikan kesehatan sekaligus mendukung penyiapan tenaga kesehatan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Timor-Leste.
Pertemuan antara FDCH dan STIKes Panti Rapih Yogyakarta menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperkuat hubungan kelembagaan dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi yang terbangun nantinya diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste. (hms)

