Semarang – STIKes Panti Rapih Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial. Sebanyak tiga mahasiswa dari program studi yang berbeda dipercaya menjadi delegasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa JAKA APTIK 2026 bertema “Mahasiswa PT APTIK sebagai Agen Perubahan Transformatif” yang diselenggarakan pada 22–24 Juni 2026 di Wisma Nazareth, Semarang.
Ketiga mahasiswa yang mewakili STIKes Panti Rapih yaitu Maria Magdalena Dwiravini (Program Studi S1 Gizi, Semester 4), Gabrielle Gusti Kanniya Sanjaya (Program Studi S1 Keperawatan, Semester 2), dan Keozhi Ramaja Gandi (Program Studi D3 Keperawatan, Semester 2).
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Regio Barat ini bertujuan membentuk kader pemimpin muda yang berintegritas, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Pelatihan disusun sebagai respons atas tantangan menurunnya minat mahasiswa untuk aktif berorganisasi dan memimpin. Melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kasih, bela rasa, serta keadilan sosial, peserta didorong untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, mempertajam analisis sosial, serta mengembangkan keterampilan dalam menghadirkan perubahan yang berdampak nyata di masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan melalui berbagai materi utama, meliputi penguatan karakter personal, analisis sosial, dan pengembangan peran sebagai agen perubahan. Materi tersebut disampaikan oleh para narasumber berpengalaman, yaitu Dr. Siswanto, M.Si., Psikolog dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Dr. F.V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si. dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Sr. Maria Erna, CB dari STIK Sint Carolus Jakarta, serta Agustinus Widyaputranto, M.Si., Direktur Program APTIK.
Pelatihan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi anggota APTIK, di antaranya Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata, STIK Sint Carolus, STIKes St. Elisabeth Medan, STIKes St. Elisabeth Semarang, Universitas Santo Borromeus, hingga STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Kehadiran peserta dari berbagai institusi menjadi ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat semangat kepemimpinan lintas kampus.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STIKes Panti Rapih dalam mendukung pengembangan soft skills, karakter, dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan agar tidak hanya siap menjadi tenaga kesehatan profesional, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, memiliki kepekaan sosial, serta berkontribusi bagi masyarakat sesuai nilai-nilai I-CARE yang menjadi karakter lulusan STIKes Panti Rapih. (hms)

