Jakarta – Upaya meningkatkan kualitas pendampingan mahasiswa terus dilakukan STIKes Panti Rapih Yogyakarta melalui pengembangan kompetensi dosen. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengirimkan dua dosen, Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns., MSN., Ph.D., NS dan Margaretha Kurniastuti, S.Kep., Ns., M.N.Sc., untuk mengikuti Workshop Pendampingan bagi Dosen Kemahasiswaan bertema Komunikasi Efektif dan Ketahanan Mental bagi Mahasiswa Katolik yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Pimpinan Akademika Vokasi Indonesia pada 22–24 Juni 2026 di Pusat Pastoral KAJ Wisma Samadi.
Kegiatan ini mempertemukan para pimpinan dan dosen bidang kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi vokasi Katolik di Indonesia. Workshop menghadirkan Frans Budi Santika, Founder & Master Trainer HeartSpeaks Indonesia serta Dr. Ferdinandus Hindiarto, S.Psi., M.Si., Wakil Ketua APTIK sebagai narasumber yang membahas strategi membangun komunikasi yang efektif sekaligus memperkuat ketahanan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan yang dihadapi mahasiswa, mulai dari tekanan akademik, perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, hingga persoalan kesehatan mental dan pembentukan karakter. Kondisi tersebut menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu memberikan dukungan secara emosional, spiritual, dan pastoral.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai komunikasi empatik, penguatan integritas Kristiani, teknik mendampingi mahasiswa yang mengalami tekanan psikologis, serta penyusunan strategi pendampingan yang lebih terintegrasi di lingkungan kampus. Workshop juga menjadi forum berbagi pengalaman antarinstitusi untuk mengembangkan praktik pendampingan mahasiswa yang lebih efektif dan kolaboratif.
Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns., MSN., Ph.D., NS. mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembinaan mahasiswa di STIKes Panti Rapih.
“Workshop ini memperkaya pemahaman kami mengenai pentingnya komunikasi yang penuh empati dalam mendampingi mahasiswa. Kami belajar bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kemampuan mahasiswa membangun ketahanan mental, karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Bekal ini akan kami implementasikan untuk mendukung proses pendampingan mahasiswa di kampus.”
Sementara itu, Margaretha Kurniastuti, S.Kep., Ns., M.N.Sc. menilai kegiatan tersebut memperkuat kesiapan dosen dalam menghadapi dinamika kebutuhan mahasiswa masa kini.
“Selain memperoleh materi yang aplikatif, kami juga mendapatkan kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan dosen dari berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkaya pendekatan pendampingan mahasiswa sehingga mampu menjawab tantangan yang terus berkembang.”
Keikutsertaan dosen STIKes Panti Rapih dalam workshop ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan mutu layanan kemahasiswaan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam proses pendampingan sehingga mahasiswa tidak hanya berkembang sebagai calon tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kepedulian terhadap sesama, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta ketahanan mental dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. (hms)

