Yogyakarta — STIKes Panti Rapih Yogyakarta menggelar kuliah umum bertema “Orang Muda di Zaman Terkoneksi” pada Rabu (6/5/2026) di Aula STIKes Panti Rapih. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.30 WIB ini menghadirkan Romo Paulus Bambang Irawan, SJ. sebagai narasumber untuk membahas pentingnya etika mahasiswa di era digital yang berkembang semakin cepat dan kompleks.
Kuliah umum tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusiasme yang tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah arus teknologi dan media sosial yang terus memengaruhi pola hidup, cara berinteraksi, hingga cara memandang diri sendiri maupun orang lain.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua STIKes Panti Rapih, Yulia Wardani, MAN. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas mahasiswa sebagai bekal menghadapi dinamika zaman.
“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi tetap memiliki nilai dan etika sebagai dasar dalam bertindak. Kemajuan digital harus diimbangi dengan kebijaksanaan,” ujarnya.
Dalam sesi utama, Romo Paulus Bambang Irawan, SJ. menjelaskan bahwa era keterhubungan digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Kehadiran media sosial membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan luas, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai persoalan baru, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, budaya instan, hingga menurunnya kualitas relasi antarindividu.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran kritis dalam menggunakan teknologi. Tidak semua informasi yang muncul di media sosial dapat diterima begitu saja tanpa proses penyaringan dan pertimbangan yang matang.
“Teknologi seharusnya membantu manusia bertumbuh, bukan justru membuat manusia kehilangan arah dan nilai dirinya,” ungkap Romo Paulus di hadapan peserta.
Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang mudah terpengaruh budaya popularitas di media sosial. Keinginan untuk mendapat pengakuan dan validasi sering kali membuat seseorang kehilangan identitas diri yang autentik. Karena itu, mahasiswa didorong untuk tetap memiliki prinsip, mengenal diri sendiri, serta membangun relasi yang sehat dengan lingkungan sekitar.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa. Salah satu topik yang banyak mendapat perhatian adalah tentang cara memilih peer group atau lingkar pertemanan yang sehat di lingkungan kampus, sekaligus menghindari konflik dalam relasi sosial.
Menanggapi hal tersebut, Romo Paulus menyampaikan bahwa membangun relasi yang baik memang membutuhkan proses dan keberanian dalam mengambil keputusan.
“Memilih circle yang baik memang tidak mudah, tetapi meninggalkan lingkungan yang toxic juga tidak kalah sulit. Jika masih bisa saling menyesuaikan diri dalam hal baik, jalani dengan baik. Namun, jika membawa pengaruh buruk, beranilah untuk meninggalkannya,” tuturnya.
Jawaban tersebut mendapat respons positif dari peserta karena dinilai dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa sehari-hari. Banyak mahasiswa mengaku mengalami tantangan serupa dalam membangun relasi sosial di tengah lingkungan yang terus berubah.
Menjelang akhir kegiatan, perwakilan masing-masing program studi diminta menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti kuliah umum. Sebagian besar mahasiswa menyampaikan bahwa materi yang dibahas tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu mereka melihat kembali pentingnya menjaga etika, memilih lingkungan pertemanan yang sehat, dan berani meninggalkan hal-hal yang membawa dampak negatif.
Kegiatan ditutup dalam suasana hangat dan penuh refleksi. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa STIKes Panti Rapih diharapkan tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bijak, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi dinamika era digital yang terus berkembang. Di tengah dunia yang semakin terkoneksi, etika mahasiswa di era digital menjadi nilai penting yang perlu terus dijaga agar teknologi tetap membawa manfaat bagi kehidupan bersama

