Yogyakarta — STIKes Panti Rapih Yogyakarta menerima kunjungan kerja dari Malayan Nurses Union (MNU) Malaysia pada Kamis, 23 April 2026. Kunjungan yang diikuti oleh 46 perwakilan perawat ini bertujuan untuk mempererat jalinan kerja sama regional di bidang keperawatan serta memahami sistem pendidikan dan layanan kesehatan di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara, khususnya dalam pengembangan profesi keperawatan yang semakin dinamis di era global. Rombongan dipimpin langsung oleh Presiden Malayan Nurses Union, Puan Saaidah Athman, bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Puan Saaidah Athman menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara tenaga kesehatan di Malaysia dan Indonesia.
“Kami melihat pentingnya membangun jejaring regional dalam bidang keperawatan, agar dapat saling belajar dan bertukar pengalaman, terutama dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan,” ungkapnya.
Malayan Nurses Union sendiri merupakan organisasi profesi yang memiliki lebih dari 37.000 anggota perawat yang tersebar di berbagai rumah sakit di Malaysia. Kehadiran mereka di STIKes Panti Rapih menjadi momentum penting untuk menjajaki kerja sama yang berkelanjutan.

Selama kunjungan, rombongan diajak untuk melihat secara langsung fasilitas pembelajaran di Kampus 1 dan Kampus 2 STIKes Panti Rapih. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai proses pendidikan tenaga kesehatan yang mengintegrasikan teori dan praktik secara seimbang.
Perwakilan dari STIKes Panti Rapih, Yulia Wardani, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk berbagi praktik baik dalam pendidikan keperawatan.
“Kami merasa terhormat dapat menerima kunjungan dari Malayan Nurses Union. Ini menjadi ruang saling belajar, tidak hanya tentang sistem pendidikan, tetapi juga nilai-nilai pelayanan yang kami bangun,” ujarnya.
Selain melihat fasilitas, diskusi juga berlangsung mengenai pengelolaan layanan kesehatan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Hal ini menjadi fokus penting dalam kunjungan, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten terus meningkat secara global.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, termasuk sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta menyampaikan kesan positifnya terhadap sistem pembelajaran yang diterapkan.
“Kami melihat pendekatan pendidikan di sini sangat aplikatif dan dekat dengan kebutuhan lapangan. Ini menjadi inspirasi bagi kami,” ungkap salah satu anggota rombongan.
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat di masa mendatang. Kolaborasi antar institusi pendidikan dan organisasi profesi dinilai penting untuk menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
Dengan semangat kebersamaan dan saling belajar, STIKes Panti Rapih terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki nilai empati dan pelayanan. (hms)

