Dosen STIKes Panti Rapih Peroleh Hibah Penelitian Fundamental 2026 untuk Meneliti Potensi Antiobesitas Daging Tiruan Berbasis Kedelai

Yogyakarta Maret 2026 — Tim dosen dari STIKes Panti Rapih Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi di bidang penelitian. Proposal penelitian berjudul Uji Potensi Antiobesitas, Efektivitas dan Keamanan Daging Tiruan Berbasis Kedelai dan Glukomanan secara In Vivo” berhasil memperoleh pendanaan Penelitian Multitahun (On Going) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Penelitian Fundamental yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Hiasinta Anatasia Purnawijayanti sebagai ketua tim peneliti, dengan anggota Veronica Ima Pujiastuti dan Fransisca Shinta Maharini.

Menurut Hiasinta Anatasia Purnawijayanti, obesitas saat ini menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang juga semakin meningkat di Indonesia. Tingginya angka obesitas dapat memicu berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, penyakit jantung koroner, serta hipertensi.

Ia menjelaskan bahwa obesitas tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi pada sistem layanan kesehatan serta menurunkan tingkat produktivitas masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, penelitian ini berfokus pada pengembangan daging tiruan berbasis kedelai dan glukomanan yang dirancang memiliki kandungan lemak dan kalori rendah, tetapi tinggi protein dan serat, sehingga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2023 telah berhasil menghasilkan produk daging tiruan dengan komposisi gizi yang baik serta indeks kekenyangan yang tinggi. Selanjutnya pada 2024, tim peneliti melakukan pengembangan lebih lanjut dengan menambahkan jamur dan minyak nabati untuk meningkatkan tekstur dan cita rasa, sehingga produk semakin mendekati karakteristik daging asli.

Pada tahap penelitian terbaru, tim akan melakukan pengujian potensi antiobesitas secara in vivo menggunakan model hewan percobaan. Pengujian tersebut mencakup berbagai parameter, antara lain pengamatan somatis seperti indeks massa tubuh, analisis profil lipid dan metabolisme, serta evaluasi kapasitas antioksidan dan ekspresi gen yang berhubungan dengan metabolisme.

Melalui penelitian ini, para peneliti berharap dapat memperoleh bukti ilmiah yang kuat mengenai potensi daging tiruan sebagai pangan fungsional yang dapat membantu dalam pengendalian obesitas.

Selain berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang gizi dan pangan fungsional, penelitian ini juga menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. (hms)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email