Dosen STIKes Panti Rapih Raih Pendanaan BESTARI-SAINTEK 2026, Kembangkan Teh Rempah Fungsional di Kulon Progo

Yogyakarta Maret 2026 – Dosen STIKes Panti Rapih Yogyakarta berhasil memperoleh pendanaan melalui Program BESTARI-SAINTEK 2026 untuk melaksanakan penelitian yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal. Penelitian ini mengangkat inovasi pengembangan minuman herbal berupa teh rempah yang diharapkan memberikan manfaat kesehatan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk daerah.

Penelitian yang berjudul “Pengembangan Produk Inovasi Teh Rempah Rampa Grow dari Koperasi Wahana Mandiri Indonesia dengan Pendekatan Response Surface Methodology sebagai Minuman Fungsional untuk Pengendalian Profil Lipid Darah Masyarakat Desa Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo” dipimpin oleh Veronica Ima Pujiastuti, S.TP., M.Gizi.

Kegiatan riset ini melibatkan beberapa anggota tim, yaitu F. Anjar Rina S., M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B.; Hiasinta A. Purnawijayanti, S.T.P., M.P.; Jatu Kusmarawati, S.Kep., Ns.; serta Raymunda Reni Vivianty, S.Tr.Gz.

Penelitian difokuskan pada pengembangan teh rempah fungsional yang diproduksi oleh Koperasi Wahana Mandiri Indonesia yang berlokasi di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wilayah Samigaluh dikenal sebagai daerah dengan potensi tanaman biofarmaka yang cukup besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo, produksi jahe di kawasan ini mencapai kurang lebih 384 ton setiap tahun. Selain jahe, masyarakat setempat juga membudidayakan berbagai rempah lain seperti kunyit, kencur, lengkuas, temulawak, dan temuireng.

Melalui penelitian ini, tim peneliti akan menganalisis kandungan senyawa bioaktif dalam rempah serta mengoptimalkan formulasi teh menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan minuman fungsional dengan rasa yang lebih optimal sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang nyata.

Rempah-rempah diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti gingerol, flavonoid, dan kurkumin yang berpotensi membantu mengatur kadar lipid dalam darah. Pengendalian profil lipid menjadi hal penting karena berkaitan erat dengan upaya pencegahan berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Dengan adanya dukungan dana dari Program BESTARI-SAINTEK 2026, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas rempah lokal, sekaligus mendorong pengembangan produk minuman fungsional berbasis potensi daerah yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. (hms)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email