Webinar Respon Gizi Pada Kondisi Bencana

Webinar Respon Gizi Pada Kondisi Bencana

Program Studi (Prodi) Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih menyelenggarakan webinar pada hari Kamis, 6 Agustus 2020. Tema yang diusung untuk webinar tersebut adalah Respon Gizi pada Kondisi Bencana. Webinar ini diselenggarakan sebagai bentuk kuliah pendalaman bagi Mahasiswa Semester VI Prodi Sarjana Gizi yang telah mengikuti pembelajaran teori Mata Kuliah Manajemen Gizi Disaster. Penyelenggaraan webinar  bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang pelayanan gizi disaster di rumah sakit dan bentuk koordinasi pelayanan gizi saat kondisi bencana di masyarakat yang terkait logistik dan dapur umum. Narasumber yang dihadirkan sebagai pemateri webinar adalah para praktisi yang telah lama berkecimpung dalam penanganan bencana baik yang ada di rumah sakit maupun di masyarakat. Kedua narasumber tersebut adalah Ibu Yeni Prawiningdyah, SKM.,M.Kes yang merupakan ahli gizi dari Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta dan Bapak Enaryaka, S.Kep.,Ns.,M.M yang merupakan Kepala Sub-Bidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Yeni Prawiningdyah, SKM,M.Kes memaparkan meteri tentang Manajemen Gizi Disaster di Rumah Sakit dan Bapak Enaryaka, S.Kep.,Ns.,M.M. membahas materi tentang Manajemen Logistik dan Dapur Umum.

Prodi Sarjana Gizi STIkes Panti Rapih membuka kesempatan bagi kalangan mahasiswa di luar STIKes Panti Rapih, akademisi, nutrisionis/dietisien, tenaga kesehatan lainnya, serta masyarakat umum untuk ikut serta dalam acara webinar. Kesempatan ini pun mendapatkan respon yang baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya jumlah pendaftar webinar yaitu sejumlah 703 orang yang sudah mendaftar. Pendaftar berasal dari berbagai kalangan, yaitu 48,4% nutrisionis atau dietisien, 42,1 % mahasiswa, dan sisanya adalah dosen, tenaga kesehatan, dan umum. Para peserta berasal dari dalam dan luar Kota Yogyakarta. Peserta mengikuti webinar melalui  zoom dan live streaming Youtube selama kurang lebih 90 menit. (hl)