Klaten, Desember 2025 — Dalam rangka mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap darurat, STIKes Panti Rapih Yogyakarta mendapat undangan dari SMA Negeri 1 Karanganom Klaten untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Sosialisasi dan Praktik Dasar Penanganan Kegawatdaruratan Kesehatan.
Kegiatan yang digelar pada 11 Desember 2025 ini mendapat sambutan antusias dari seluruh warga sekolah. Sebanyak 181 peserta yang terdiri dari 81 guru dan karyawan serta 100 siswa mengikuti sesi edukatif ini untuk mempelajari keterampilan dasar Penanganan Kegawatdaruratan.
Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns.,MSN., Ph.D NS. salah satu dosen STIKEs Panti Rapih Yogyakarta yang menjadi narasumber dalam sosialiasi ini menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan pemahaman serta pengalaman langsung (hands-on practice) tentang First Aid dan respon cepat dalam keadaan darurat.
“Kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para guru, karyawan, dan siswa dapat mengenali tanda-tanda darurat serta mengetahui langkah pertolongan pertama, termasuk praktik Basic Life Support (BLS) sederhana, sebelum bantuan medis profesional datang,” ujarnya.
Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi dan demonstrasi, mencakup cara menangani korban tersedak, pertolongan pertama pada luka, hingga pentingnya kesiapsiagaan pribadi dalam menghadapi keadaan darurat.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karanganom Klaten, Masjhur Tjahjanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi penuh sosialisasi yang dilakukan STIKes Panti Rapih Yogyakarta.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah. Kami berterima kasih kepada STIKes Panti Rapih yang telah berbagi pengetahuan praktis ini. Sekarang lebih dari 180 warga sekolah kami memiliki pemahaman dasar dalam menghadapi situasi darurat,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan kerja sama antara lembaga pendidikan kesehatan dan sekolah menengah dapat terus berlanjut dalam meningkatkan standar keselamatan serta kemampuan penanganan darurat di lingkungan sekolah. (hms)

