Yogyakarta, 8 April 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panti Rapih Yogyakarta menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-33 sebagai momentum refleksi perjalanan sekaligus peneguhan arah langkah ke depan. Mengangkat tema “Tumbuh Bersama dalam Kolaborasi, Melayani dengan Hati, dan Berinovasi untuk Masa Depan”, perayaan ini menjadi ruang bersama untuk mensyukuri perjalanan panjang sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun pendidikan kesehatan yang unggul dan berbelarasa.
Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur seluruh civitas akademika atas penyertaan Tuhan selama 33 tahun perjalanan STIKes Panti Rapih. Misa dipimpin oleh Romo Vikjen Keuskupan Agung Semarang, FX Sugiyono, Pr, bersama Romo Paroki Pringwulung, Bernadus Irawan Heryuwono, Pr. Suasana khidmat dan penuh makna menjadi dasar refleksi atas perjalanan institusi yang terus bertumbuh.
Sebagai simbol syukur dan kebersamaan, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bapak Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM, Ph.D., yang kemudian diserahkan kepada Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Ibu Yulia Wardani, MAN.
Dalam refleksinya, Romo FX Sugiyono, Pr menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam:
“Mahasiswa adalah ranting dalam sebuah pohon, dan pohon itu adalah kampus. Ketika pohon bertumbuh, harapannya ranting juga semakin bertumbuh, berkembang, dan memberi kehidupan.”
Ia juga menyampaikan harapan agar STIKes Panti Rapih terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas:
“Selamat Dies Natalis ke-33. Semoga STIKes Panti Rapih terus bertumbuh dan semakin mengudara, menghadirkan karya yang bermakna bagi banyak orang.”
Acara dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka yang diawali dengan lagu “Gaudeamus” yang dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa Pulchra Concordia, mengiringi prosesi masuk senat ke dalam ruang sidang.
Dalam sidang tersebut, Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Ibu Yulia Wardani, MAN, menyampaikan laporan tahunan yang mencakup capaian institusi selama satu tahun terakhir serta komitmen berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan. Laporan ini menegaskan bahwa perjalanan 33 tahun merupakan proses panjang yang dilalui dengan berbagai dinamika, tantangan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Selain sebagai refleksi, laporan tahunan ini juga menjadi wujud komitmen terhadap prinsip kredibilitas, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus menggambarkan kontribusi nyata STIKes Panti Rapih dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, serta memiliki semangat bela rasa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Momentum Dies Natalis juga diperkaya dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Ana Setiyorini, APP., M.Kes dengan judul “Transformasi Handphone: Dari Ancaman Menjadi Guru Kesehatan Reproduksi Remaja di Era Digital.” Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa tantangan utama di era digital bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada kualitas informasi yang diterima remaja.
Namun demikian, ponsel pintar juga memiliki potensi besar sebagai media edukasi. Melalui pendekatan inovatif seperti game edukasi digital, perangkat ini dapat bertransformasi menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, serta mendorong perilaku sehat pada remaja.
Sidang senat kemudian ditutup dengan sambutan dari Ketua Umum Yayasan Panti Rapih Yogyakarta dan Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta. Pada kesempatan ini, juga diberikan penghargaan kepada pegawai dengan masa bakti 25 tahun, yang ditandai dengan penyerahan sertifikat dan penyematan lencana oleh Ketua STIKes Panti Rapih kepada Ibu Siwi Ikaristi Maria Theresia, Ns., MSN., Ph.D., Ns.

Apresiasi juga diberikan kepada mahasiswa melalui penghargaan non-akademik kepada sembilan perwakilan mahasiswa berprestasi, yang diserahkan oleh Sr. Lucilla, CB, M.Kep., Ns., Sp.KMB., sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan pencapaian mahasiswa di berbagai bidang.
Sebagai bagian dari pengembangan fasilitas kampus, dalam rangkaian Dies Natalis ini juga dilakukan peresmian Kafe Kanita, yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Umum Yayasan Panti Rapih Yogyakarta bersama Ketua STIKes Panti Rapih. Peresmian ini menjadi simbol langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan lingkungan kampus.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Panti Rapih, Direksi Rumah Sakit Yayasan Panti Rapih, perwakilan LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, DPP Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus, serta berbagai stakeholder seperti Babinsa, Dukuh Peringwulung, DPC PERSAGI, PPNI, alumni, dan rekan perguruan tinggi swasta.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi yang terus mengiringi langkah STIKes Panti Rapih Yogyakarta dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang relevan dan berdampak.
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-33 ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga ruang refleksi yang mengingatkan bahwa setiap langkah pertumbuhan selalu berakar dari kebersamaan, dikuatkan oleh nilai pelayanan, dan diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (tyshms)

