Yogyakarta – Produk pangan sehat hasil inovasi mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta menjadi salah satu karya unggulan dalam Gelar Karya dan Expo Kewirausahaan 2026 yang diselenggarakan pada 10 Juli 2026 di halaman kampus STIKes Panti Rapih. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah SEANUT Sausage, sosis sehat hasil pengembangan Fransisca Octa Prasyuditia yang dirancang sebagai alternatif pangan bergizi untuk mendukung upaya pencegahan dislipidemia, salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.
SEANUT Sausage memanfaatkan ikan kembung sebagai sumber protein berkualitas dan asam lemak omega-3, kemudian dipadukan dengan tepung kacang tanah yang kaya fitosterol dan serat pangan. Formulasi tersebut juga diperkaya dengan wortel dan bayam sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa yang disukai masyarakat, tetapi juga menawarkan nilai gizi yang lebih baik dibandingkan sosis konvensional.
Keunggulan produk ini terletak pada kandungan zat gizinya yang mendukung kesehatan. Protein berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian, sedangkan omega-3 membantu menjaga kesehatan jantung. Sementara itu, fitosterol dari kacang tanah diketahui dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol di saluran cerna sehingga berpotensi menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Kandungan serat pangan juga memberikan manfaat dalam membantu menjaga metabolisme lemak dan kesehatan sistem pencernaan.
SEANUT Sausage dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus penyakit degeneratif yang dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat. Melalui inovasi ini, mahasiswa menghadirkan pilihan pangan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
Dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Produk Makanan STIKes Panti Rapih, Hiasinta Anastasia Purnawijayanti, S.T.P., M.P., menjelaskan bahwa setiap produk yang dikembangkan mahasiswa harus memiliki dasar ilmiah yang kuat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui mata kuliah Pengembangan Produk Makanan, mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya menghasilkan produk yang enak, tetapi juga memiliki nilai gizi, manfaat kesehatan, dan peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. SEANUT Sausage merupakan contoh bagaimana ilmu gizi dapat diterapkan menjadi inovasi pangan yang relevan dengan tantangan kesehatan saat ini.”


Ia menambahkan bahwa proses pengembangan produk dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi masalah kesehatan, pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi, evaluasi mutu produk, hingga penyusunan konsep pemasaran. Pendekatan tersebut bertujuan agar mahasiswa memahami bahwa inovasi pangan harus mampu menggabungkan aspek gizi, keamanan pangan, kualitas produk, dan kebutuhan konsumen.
Pengembangan SEANUT Sausage juga mencerminkan salah satu keunggulan Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih, yaitu pembelajaran berbasis entrepreneurship di bidang kesehatan pangan dan gizi. Mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengembangkan produk pangan inovatif yang berpotensi menjadi solusi bagi berbagai permasalahan gizi sekaligus memiliki daya saing di dunia usaha.
Melalui Gelar Karya dan Expo Kewirausahaan 2026, STIKes Panti Rapih memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil inovasinya kepada sivitas akademika dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak produk berbasis ilmu gizi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.
SEANUT Sausage menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan dalam menghasilkan produk pangan fungsional. Inovasi ini sekaligus mempertegas komitmen STIKes Panti Rapih dalam mencetak lulusan yang siap menjadi nutrition innovator dan health entrepreneur yang berkontribusi pada upaya pencegahan penyakit degeneratif melalui inovasi pangan berbasis sains. (hms)

