Mahasiswa STIKes Panti Rapih Hadirkan Inovasi Pangan Lokal dan Layanan Kesehatan dalam Gelar Karya & Expo Kewirausahaan 2026

Yogyakarta, 10 Juli 2026 – Semangat inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan ditunjukkan mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi dan Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Panti Rapih Yogyakarta melalui Gelar Karya Pengembangan Produk Intervensi Gizi Penyakit Degeneratif Berbasis Kacang-Kacangan Lokal dan Expo Kewirausahaan 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Kampus 2 STIKes Panti Rapih ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil pembelajaran kepada masyarakat sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha di bidang kesehatan.

Acara yang digelar pada Jumat (10/7/2026) tersebut merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Produk Makanan bagi mahasiswa Sarjana Gizi dan Mata Kuliah Kewirausahaan bagi mahasiswa Sarjana Keperawatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan ide dan karya inovatif, tetapi juga memperoleh masukan langsung dari pengunjung sebagai bekal penyempurnaan produk maupun layanan yang dikembangkan.

Sebanyak 24 mahasiswa semester VI Program Studi Sarjana Gizi menampilkan 12 stand yang berisi berbagai produk pangan inovatif berbasis kacang-kacangan lokal. Sementara itu, 59 mahasiswa semester VI Program Studi Sarjana Keperawatan menghadirkan enam stand yang memperkenalkan layanan kesehatan promotif, preventif, dan wellness yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha di bidang kesehatan.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari sivitas akademika STIKes Panti Rapih serta tamu undangan dari berbagai sekolah menengah atas, serta perwakilan masyarakat dan Tim Penggerak PKK Padukuhan Pringwulung.

Inovasi Produk Gizi Berbasis Kacang-Kacangan Lokal

Mahasiswa Sarjana Gizi memperkenalkan beragam produk pangan hasil pengembangan yang memanfaatkan potensi kacang-kacangan lokal sebagai bahan utama. Produk-produk tersebut dirancang untuk mendukung upaya promotif dan preventif terhadap penyakit degeneratif sekaligus memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai produk pangan fungsional.

Beberapa inovasi yang dipamerkan meliputi Dimsum Ayam Tepung dan Puree Kacang Merah, Cookies Tepung Kacang Merah, Biskuit Tepung Kacang Koro Pedang dengan Selai Kacang Tanah, Pukis Kacang Kedelai, Pie Susu Tepung Kacang Koro Pedang, Rolade Tahu Kacang Tanah dan Bayam, Otak-otak Ikan Kembung Berbasis Kacang Merah, Snack Bar Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Pisang, Dessert Kacang Kedelai dengan Ubi Ungu, Rice Crackers Kacang Tunggak dan Beras Merah, Bakpao Tepung Kacang Merah Isi Jagung dan Wortel, Cookies Tepung Kacang Kedelai dan Tepung Mocaf, Bakso Analog “Beanzoo” berbahan Tepung Kacang Bogor, serta Kue Talam Tepung Kacang Kedelai.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pengembangan Produk Makanan, Hiasianta Anatasia Purnawijayanti, S.T.P.,M.P., mengatakan bahwa pemanfaatan kacang-kacangan lokal dipilih karena memiliki kandungan protein nabati, serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mencegah berbagai penyakit degeneratif.

“Kami ingin mahasiswa mampu melihat kekayaan pangan lokal sebagai sumber inovasi. Melalui mata kuliah ini mereka belajar mengembangkan produk yang memiliki dasar ilmiah, memberikan manfaat kesehatan, sekaligus mempunyai nilai ekonomi. Harapannya, inovasi yang lahir dari kampus dapat menjadi alternatif pangan yang lebih sehat sekaligus membuka peluang usaha baru,” jelas Hiasinta.

Expo Kewirausahaan Tampilkan Peluang Bisnis di Bidang Kesehatan

Tidak hanya produk pangan, mahasiswa Sarjana Keperawatan juga menampilkan berbagai ide usaha berbasis pelayanan kesehatan melalui Expo Kewirausahaan. Setiap kelompok merancang konsep bisnis yang menggabungkan aspek kesehatan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa stand yang menarik perhatian pengunjung antara lain Salad Sayur dan Massage Peningkat Nafsu Makan, Rumah Asmaraloka Wellness yang menghadirkan lilin aromaterapi, aromaterapi, ramuan rendam kaki, dan layanan nail art, Rendam Kaki Air Hangat dan Pudding Chia Seed, Sugar Salam Aromaterapi, Head and Hand Massage, serta Herbal Care Hypertension yang menawarkan kombinasi ramuan herbal dan terapi pijat.

Menurut dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Arimbi Karunia Estri, Ns., M.Kep., pembelajaran kewirausahaan menjadi bekal penting bagi calon tenaga kesehatan agar mampu menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Tenaga kesehatan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat nyata. Melalui expo ini mahasiswa belajar mengembangkan ide, memasarkan produk atau layanan, membangun komunikasi dengan calon konsumen, serta menerima masukan sebagai proses penyempurnaan usahanya,” ujar Arimbi.

Pembelajaran yang Mendekatkan Mahasiswa dengan Dunia Nyata

Selama kegiatan berlangsung, pengunjung dapat mencicipi produk, mencoba layanan kesehatan, membeli hasil karya mahasiswa, sekaligus memberikan penilaian melalui kuesioner. Interaksi langsung tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan kualitas produk maupun layanan yang mereka kembangkan.

Melalui Gelar Karya dan Expo Kewirausahaan 2026, STIKes Panti Rapih Yogyakarta terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kolaborasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan solusi kreatif, mengembangkan potensi pangan lokal, serta membangun jiwa kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (hms)

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email