Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta. Salah satu lulusan terbaiknya, Junita Elisabeth Djahi, berhasil mewujudkan impiannya untuk berkarier di Jepang melalui program Government to Government (G to G) Jepang, sebuah skema penempatan tenaga kerja resmi yang membuka peluang bagi tenaga profesional Indonesia untuk bekerja di luar negeri.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa lulusan gizi memiliki prospek karier yang luas, tidak hanya di sektor kesehatan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional. Bekal ilmu, keterampilan, dan karakter yang diperoleh selama masa studi menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global.
Bagi Junita, keberangkatan ke Jepang merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh komitmen. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, mulai dari perkuliahan, praktik lapangan, hingga program pengembangan kompetensi yang difasilitasi kampus.
“Saya melihat program pembelajaran Bahasa Jepang yang bekerja sama dengan BP2MI Yogyakarta sebagai kesempatan yang sangat berharga. Dengan persiapan yang serius, dukungan keluarga, serta bimbingan dari kampus, saya akhirnya berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan berangkat ke Jepang,” ungkap Junita.
Berawal dari Ketertarikan pada Dunia Kesehatan dan Gizi
Ketertarikan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat menjadi alasan utama Junita memilih Program Studi Gizi. Baginya, ilmu gizi memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mencapai kualitas hidup yang lebih baik melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat.
Keputusan memilih STIKes Panti Rapih juga didasarkan pada kualitas pendidikan yang ditawarkan. Kurikulum yang memadukan teori dan praktik, lingkungan belajar yang mendukung, serta dosen yang berpengalaman menjadi faktor yang membuatnya yakin untuk menempuh pendidikan di kampus ini.
Menurut Junita, pengalaman belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Berbagai kegiatan praktik dan pembelajaran lapangan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan profesional setelah lulus.
Pengalaman Kuliah yang Membentuk Kompetensi dan Kepercayaan Diri
Selama menjalani pendidikan di Prodi Gizi STIKes Panti Rapih, Junita memperoleh banyak pengalaman yang berperan dalam pengembangan dirinya. Salah satu yang paling berkesan adalah kegiatan praktik lapangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, ia berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengidentifikasi permasalahan gizi yang dihadapi, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan solusi yang tepat.
Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, serta rasa percaya diri yang sangat dibutuhkan saat mengikuti seleksi program kerja internasional.
Peran Dosen dalam Mendukung Pengembangan Karier Mahasiswa
Junita mengakui bahwa dukungan dosen menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keberhasilannya. Selama menempuh pendidikan, para dosen tidak hanya memberikan pembelajaran di bidang akademik, tetapi juga aktif mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi diri.
Informasi mengenai seminar, pelatihan, sertifikasi, program magang, hingga peluang kerja dalam dan luar negeri secara rutin dibagikan kepada mahasiswa. Dukungan tersebut membuka wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Dosen selalu memberikan motivasi dan arahan yang sangat membantu. Dukungan itu membuat saya lebih yakin untuk mencoba berbagai peluang pengembangan diri, termasuk kesempatan bekerja di Jepang,” tuturnya.
Dari Program Bahasa Jepang hingga Lolos Seleksi G to G
Perjalanan Junita menuju Jepang dimulai ketika ia mengikuti program pembelajaran Bahasa Jepang gratis yang difasilitasi BP2MI Yogyakarta. Dari program tersebut, ia mulai mengenal berbagai peluang karier yang tersedia di Jepang dan tertarik untuk mencoba jalur internasional.
Meskipun sebelumnya belum pernah mempelajari bahasa Jepang, ia berkomitmen untuk belajar secara konsisten hingga berhasil mencapai kemampuan bahasa yang dipersyaratkan dalam proses seleksi.
Selain mempelajari bahasa, Junita juga mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat Careworker sebagai salah satu syarat untuk bekerja di bidang perawatan lansia di Jepang.
Tahapan seleksi yang harus dilalui meliputi seleksi administrasi, tes bahasa Jepang, psikotes, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan. Seluruh proses tersebut membutuhkan persiapan yang matang, kedisiplinan, dan ketekunan yang tinggi.
“Tantangan terbesar saya adalah mempelajari bahasa Jepang dari nol. Namun dengan belajar setiap hari dan terus berlatih, saya bisa melewati proses tersebut. Pengalaman ini mengajarkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan terus belajar,” ujarnya.
Belajar dan Berkembang di Negeri Sakura
Sesampainya di Jepang, Junita merasakan pengalaman baru yang sangat berharga. Ia mengagumi budaya disiplin, kebersihan lingkungan, serta profesionalisme masyarakat Jepang yang sangat menghargai waktu dan kualitas kerja.
Selama berada di Jepang, ia menargetkan untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang hingga mencapai level N2 serta lulus Kokka Shiken, ujian nasional Careworker yang menjadi standar kompetensi profesional di bidang perawatan lansia.
Menurutnya, pengalaman bekerja dan belajar di lingkungan internasional akan menjadi modal penting untuk pengembangan karier dan peningkatan kompetensi di masa depan.
Peluang Karier Lulusan Gizi Semakin Terbuka
Keberhasilan Junita menjadi bukti bahwa lulusan gizi memiliki peluang karier yang sangat beragam. Selain berkiprah di rumah sakit, puskesmas, klinik, industri pangan, maupun bidang kesehatan masyarakat, lulusan gizi juga memiliki kesempatan untuk berkarier di berbagai negara.
Dengan kompetensi yang kuat, kemampuan bahasa asing, serta kemauan untuk terus berkembang, lulusan gizi mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di tingkat global.
Prodi Gizi STIKes Panti Rapih Membuka Jalan Menuju Masa Depan Global
Ketika diminta menggambarkan pengalaman kuliahnya, Junita memilih tiga kata yang menurutnya paling mewakili Prodi Gizi STIKes Panti Rapih, yaitu berkualitas, mendukung, dan inspiratif.
Menurutnya, kampus tidak hanya memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang dan berani meraih peluang yang lebih luas.
Perjalanan Junita menjadi inspirasi bahwa mimpi untuk berkarier di tingkat internasional dapat dimulai dari bangku kuliah. Dengan dukungan pembelajaran yang kuat, pengalaman praktik yang nyata, serta kesempatan pengembangan kompetensi dan bahasa asing, mahasiswa Prodi Gizi STIKes Panti Rapih memiliki peluang untuk membangun karier tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Bagi siswa SMA/SMK yang memiliki minat di bidang kesehatan dan nutrisi, Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta dapat menjadi langkah awal untuk meraih masa depan yang profesional, bermakna, dan berdaya saing global. (hms)
