Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih Diresmikan, Hadirkan Ruang Tumbuh Berbasis Empati dan Kebersamaan

YOGYAKARTA – Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih Yogyakarta resmi dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya pemanfaatan gedung baru sebagai hunian sekaligus ruang pembinaan karakter bagi mahasiswi STIKes Panti Rapih yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Gedung Baru Asrama Putri Carolina, Jalan Tantular, Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, dihadiri sekitar 130 undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan DPP Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus, Pengurus Yayasan Panti Rapih, perangkat wilayah setempat, pimpinan dan pejabat struktural STIKes Panti Rapih, serta para warga asrama.

Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih diawali dengan Perayaan Ekaristi dan pemberkatan gedung yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX. Sugiyana, Pr, bersama Romo Bernardus Irawan Heryuwono, Pr, Pastor Paroki Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung. Misa pemberkatan menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sebagai wujud syukur sekaligus permohonan berkat atas pemanfaatan gedung baru tersebut.

Hunian yang Menjadi Ruang Pembinaan Nilai

Ketua Pembangunan Gedung Asrama Mahasiswa, Prof. Ir. Henricus Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah mahasiswi dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Perkembangan institusi berbanding lurus dengan kebutuhan hunian yang tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan internalisasi nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara konseptual asrama dirancang sebagai hunian yang aman, nyaman, dan sehat secara fisik maupun psikologis. Mengutip Winston Churchill, ia menyampaikan bahwa bangunan bukan sekadar struktur fisik, melainkan ruang yang turut membentuk sikap dan perilaku penghuninya.

Konsep Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih mengedepankan nilai kebersamaan, empati, tepa selira, dan tanggung jawab. Ruang-ruang komunal seperti ruang makan di setiap lantai, ruang diskusi, ruang doa, serta ruang cuci dan jemur dirancang untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antarmahasiswi. Sementara kamar tidur berkapasitas maksimal tiga orang memberikan ruang privat sekaligus mendukung dinamika komunikasi yang sehat.

 

 

 

 

 

 

Desain Tropis dan Ramah Lingkungan

Secara arsitektural, gedung asrama mengusung prinsip desain tropis ramah lingkungan. Bangunan seluas 1.424,78 meter persegi yang berdiri di atas lahan 1.959,11 meter persegi ini dirancang memanjang arah timur-barat dengan bukaan di sisi utara dan selatan guna memaksimalkan pencahayaan alami.

Sistem ventilasi silang (cross ventilation) diterapkan secara dominan untuk memastikan sirkulasi udara berjalan optimal di seluruh lantai dan kamar. Pendekatan ini tidak hanya menciptakan kenyamanan termal, tetapi juga menekan biaya operasional dan pemeliharaan gedung.

Selain itu, bentuk bangunan yang terinspirasi dari rumah kampung yang dimodernkan memperkuat identitas kampus sekaligus menghargai nilai budaya lokal. Keselarasan desain dengan lingkungan sekitar diharapkan menumbuhkan rasa kebanggaan dan kepedulian terhadap budaya serta alam.

Serah Terima dan Komitmen Pengelolaan

Dalam prosesi serah terima, Prof. Henricus menyerahkan hasil pembangunan kepada Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, MCM., Ph.D. Selanjutnya, yayasan menyerahkan pengelolaan gedung kepada Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Yulia Wardani, MAN.

Dalam sambutannya, Yulia Wardani menyampaikan komitmen institusi untuk merawat dan mengoptimalkan pemanfaatan Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang holistik.

“Kami berkomitmen menjadikan asrama ini bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang pembinaan yang mendukung pembentukan pribadi berintegritas dan siap melayani,” tuturnya.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Yayasan Panti Rapih yang diserahkan kepada Ketua STIKes Panti Rapih, didampingi Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sr. Lucilla Suparmi, CB, M.Kep., Sp.K.M.B., serta Kepala Asrama Putri Carolina, Sr. Irenea Kristiani, CB.

Sr. Irenea menegaskan bahwa pembangunan asrama menjadi prioritas karena sejalan dengan kebutuhan pembinaan mahasiswi. “Asrama bukan sekadar bangunan atau house, melainkan home. Kami berharap para penghuni dapat bertumbuh menjadi pribadi berintegritas dalam penghayatan nilai ICARE, terutama dalam pelayanan di rumah sakit dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, misa pemberkatan menjadi momen penting karena mencerminkan nilai iman yang mendasari seluruh karya pelayanan di bawah naungan Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus. Pemberkatan gedung menjadi doa dan harapan agar seluruh warga yang tinggal di dalamnya memperoleh perlindungan, keselamatan, dan berkat dalam menjalankan panggilan hidupnya.

Peresmian Asrama Putri Carolina STIKes Panti Rapih Yogyakarta ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik baru, tetapi juga mempertegas komitmen institusi dalam mendidik tenaga kesehatan yang unggul secara akademik dan kokoh dalam nilai kemanusiaan. Kehadiran asrama diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pembentukan lulusan yang siap melayani masyarakat dengan profesionalisme, empati, dan integritas. (hms)

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email