Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan tingkat pertama STIKes Panti Rapih Yogyakarta melaksanakan kegiatan field study di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan mengusung tema Dekontaminasi dan Pengendalian Infeksi, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dalam pelayanan kesehatan sebagai bagian penting dalam menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Direktur Utama RS Panti Rapih, dr. Stephani Maria Nainggolan, M.Kes, FISQUA, dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan field study tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter pelayanan yang berlandaskan nilai kemanusiaan. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk adik-adik mahasiswa dapat menimba ilmu, tetapi juga sebagai tempat tumbuh bersama melayani tamu Illahi,” ungkap dr. Stephani.
Bernadetta Eka Noviati, S.Kep., Ns., MM, selaku koordinator mata kuliah Manajemen Patient Safety, yang menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pendampingan yang diberikan, serta berharap pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa meskipun waktunya terbatas: “Kami sangat excited atas sambutan yang diberikan pada kami walaupun waktu yang kami habiskan di sini tak akan lama, semoga apa yang diterima anak-anak pada hari ini dapat menjadi pengalaman dan bekal untuk mereka.” Bernadetta Eka Noviati, S.Kep., Ns., MM.
Selama kegiatan field study, mahasiswa mendapatkan paparan materi dari Alexander Dadi Rahmadi, S.Kep., Ns., (Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) terkait prosedur dekontaminasi dan pengendalian infeksi. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan menyaksikan secara langsung proses dekontaminasi alat kesehatan serta pengelolaan limbah medis, sekaligus mempelajari standar keselamatan pasien dan praktik-praktik yang perlu diterapkan untuk meminimalkan risiko penularan infeksi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berdedikasi.
Kegiatan field study ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan pasien serta penerapan pelayanan kesehatan yang profesional dan beretika. (Dn)

